Gagal Top Scorer, Pemain Terbaik pun Lebih dari Cukup

YADI Mulyadi memandang jauh ke langit-langit usai wasit meniup peluit panjang. Dengan menengadahkan kedua tangannya, pemilik nomor punggung tujuh ini mengucap syukur.

Sebab, berakhir sudah penantiannya selama lebih dari sebulan ini. ASAD 313 Jaya Perkasa menjadi yang terbaik pada NIVEA MEN TopSkor Cup U-16 2017.

Tepatnya, setelah skuat asuhan Encang Ibrahim mengalahkan Soccer One 2-0 di Stadion Bea Cukai, Rawamangun, Jakarta Pusat, Minggu (17/12).

Dalam duel pamungkas di turnamen yang jadi pemanasan Liga TopSkor U-16 2018 ini, Yadi memang tidak mencetak gol. Dua gol ASAD dibukukan Thoriq Tifana dan M. Talaohu.

"Ya, bangga akhirnya kami juara. Pertandingan ini sangat berat. Mereka (Soccer One) terus menekan sepanjang laga," ujar Yadi, sambil menyeka keringat.

Kendati gagal mencetak gol, penggemar Cristiano Ronaldo ini tetap semringah. Bagi Yadi, membobol gawang lawan atau tidak, prioritas utamanya kepada tim.

"Inginnya menambah rekening gol. Namun, sulit karena lini belakang Soccer One tidak mudah ditembus," lanjut Yadi usai menerima penghargaan Pemain Terbaik sepanjang turnamen.

Yadi memang berperan vital membawa ASAD juara. Secara keseluruhan, dia sudah mengoleksi 10 gol di NIVEA MEN TopSkor Cup U-16 2017.

Yadi hanya selisih dua gol dari striker Pondok Pesantren Modern Sahid, Naufal Bakhas (12 gol). Naufal pun menyabet gelar top scorer di turnamen ini.

"Ingin sih. Namun, saya sudah sangat gembira bisa jadi bagian ASAD yang meraih juara. Apalagi, dapat penghargaan pemain terbaik di turnamen ini. Bagi saya, ini sudah lebih dari cukup," Yadi menuturkan dengan mata berkaca-kaca.***