Momen Puncak NIVEA MEN TopSkor Cup U-16 2017

MUTIARA yang berkilau tidak berserakan di bibir pantai. Melainkan, harus dicari hingga palung terdalam di samudera. Begitu juga dalam sepak bola. Pemain yang hebat tidak bisa ditemukan secara instan. Namun, harus ditempa sejak usia dini.

Semua butuh proses. Termasuk, dalam sepak bola nasional. Contoh nyata pada tim nasional (timnas) Jerman. Mereka butuh 14 tahun untuk bisa menjuarai Piala Dunia. Itu terjadi usai babak belur pada Piala Eropa 2000.

Berstatus sebagai juara bertahan, Olivier Bierhoff dan kawan-kawan justru jadi pesakitan di gase grup. Jerman menempati urutan buncit Grup A di bawah Inggris, Rumania, dan Portugal.

Namun, kegagalan itu yang membuat Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) berbenah. Program jangka panjang dibentuk mereka. Hasilnya, bisa dipetik dengan Jerman selalu menembus semifinal pada tiga edisi Piala Dunia selanjutnya.

Puncaknya, tiga tahun silam di Brasil, ketika mereka jadi negara Eropa pertama yang juara di benua Amerika Selatan. Ya, indahnya pelangi akan muncul setelah badai.

*        *        *

NIVEA MEN TopSkor Cup (NMTC) U-16 2017 telah rampung. ASAD 313 Jaya Perkasa jadi yang terbaik usai di final yang berlangsung di Stadion Bea Cukai, Rawamangun (17/12) mengandaskan perlawanan Soccer One 2-0.

Gelar untuk tim asal Purwakarta ini kian bertambah lengkap. Itu karena Yadi Mulyadi dinobatkan sebagai pemain terbaik pada turnamen ini.

“Selamat kepada ASAD yang jadi juara. Selamat juga untuk Soccer One, ASIOP Apacinti, dan Cibinong Poetra yang telah menjalani kompetisi dengan baik. Saya menyaksikan dari NMTC ini bakal tercipta pemain berkualitas untuk masa depan Indonesia,” ujar Direktur Teknik PSSI Danurwindo.

Saat ini, usia peserta yang mengikuti NMTC rata-rata 14-15 tahun. Alhasil, mereka pun jadi tunas untuk sepak bola nasional. Bahkan, di semifinal ada 11 pemain tim nasional (timnas) Indonesia U-16 yang memperkuat empat tim berbeda.

Itu mengapa, Danurwindo sangat berharap kepada mereka. “Ini merupakan masa penting untuk pemain muda. Mereka juga harus meningkatkan frekuensi pertandingan. Kemudian, mengasah mental untuk ke depannya,” tutur pria yang akrab disapa om Janur ini.

Ya, jalan menuju kesuksesan bagi para pemain muda ini sudah terbentang. Tinggal, bagaimana mereka memaksimalkan dengan baik. Fokus berlatih dan konsentrasi jadi yang utama. Setelah itu, biarlah sang tempo yang menentukan.***